Pada saat itu aku memutuskan untuk membeli kucing dan aku namainya Si Nino. Nino adalah seekor kucing anggora yang lucu dan mengemaskan yang aku beli dari teman aku. Aku buatkan dia kandang yang besar agar dia nyaman. Hari-hariku selalu bersama Nino, aku selalu menyempatkan bermain dengan dia. Dan terkadangpun aku tidur dengannya..
Tingkah lakunya sangat mengemaskan dan juga nakal,sering juga dia menggigit aku. Meski seperti itu aku sayang sama dia dan aku anggap seperti adikku sendir, karena memang aku anak tunggal.
Dia kucing yang agresif yang suka berantem dengan kucing kampung yang biasa berkeliling di sekitar rumah.
Di suatu hari dia hilang enta kemana, dan aku mencarinya , di esok harinya seketika aku menemukannya sedang berantem dengan kucing kampung lalu aku melerainya dan aku masukan dia ke kandangnya. kejadian ini tidak sekali itu saja namun, sudah berkali - kali dia selalu hilang dan aku temukan berantem dengan kucing kampung. Seakan-akan semua kucing kampung menjadi musuhnya.
Sekitar 2 tahun lebih aku bersama si Nino, dan tibalah di suatu hari dia sakit, dan nafsu makannya berkurang. Dia lemas tidak mau makan dan cuma minum saja. enta kenapa akupun bingung harus bagaimana. Tidak seperti biasanya dia seperti itu, dan akupun masih mengurusnya seperti biasa, aku beranggapan mungkin si Nino memang tidak mau makan.
Setelah 2 hari , diapun masih seperti itu..,lemas dan tidak mau makan. Dan recana siangnya aku mau bawa dia ke dokter hewan. Namun beberapa jam kemudia dia menghampiri aku dan tidur di tanganku. akupun memeluknya dan aku menyelimutinya dengan kain. setelah aku usap dahinya dan dia menatap aku. Akupun tak menyangka dia menghembuskan nafas terakhirnya lalu dia meninggal..... :'(:'(:'(
Aku tidak menyangka kalau dia meninggal, akupun menyesal tidak membawa dia segera ke dokter.
Dan dia meninggalkan kandangnya yang penuh kenangan yang mengingatkan aku dengan tingkah lucu dia, ketika bermain dengan aku maupun ketika tidur denganku, yang selalu menguasai batal aku.
Semoga dia lebih nyaman di alam sana dan mendapatkan perawatan yang terbaik.
byeee......................Nino Kucing Kesayangan Aku.......!!!!
Jumat, 05 Agustus 2016
Budaya Dan Kesenian Banyuwangi
GANDRUNG
Gandrung merupakan salah satu kesenian asli masyarakat banyuwangi dimana gandrung merupakan tarian mascot pariwisatan banyuwangi yang mempunyai karakter yang lebih propolis sesaat terlihat lembut,lentur,gemulai yang mencerminkan gesture masyarakat agraris perdalaman dan sesaat kemudian terlihat bagai gelombang laut yang meliuk-liuk,dinamis dan sepontan yang mencerminkan gesture masyarakat pesisiran,tari gandrung mengalami perkembangan dan progesif sesuai dengan tuntutan jaman dimana tarian gandrung sendiri merupakan tarian yang berakar dari tarian seblang gandrung yang mempunyai makna kasmaran,mempesona dan menarik hati dalam perkembangannya tari gandrung terdapat 2 varian tarian yaitu paju gandrung dan jejer gandrung,paju gandrung dimana sebagai tarian pergaulan yang ditarikan penari pria dan penari wanita sedangkan tari jejer gandrung dimana seluruh penarinya adalah wanita,jejer gandrung biasanya dipentaskan pada acara tradisi dan acara penyambutan tamu yang dihormati sehingga layaknya kesenian gandrung menjadi acuan yang menarik untuk dinikmari para wisatawan yang hendak berkunjung ke kota banyuwangi.
DESA KEMIREN/KAMPUNG OSING
Kampong osing merupakan kawasan komunitas masyarakat osing yang masih mempertahankan adat dan kebudayaan asli masyarakat osing yang sebenarnya dimana penduduk asli banyuwangi bermukim respresentatif dari mereka, kita bisa melihat di sanggar gejah arum disanggar ini para wisatawan dapat melihat-lihat arsitektur rumah asli banyuwangi dan disuguhi berbagai kesenian tradisional khas dari masyarakat osing yang masih lestari sampai sekarang antara lain adat kedogan, anglung pagelan dan kesenian barong ini merupakan rekomendasi yang menarik bagi wisatawan penikmat kesenian asli suatu daerah asli banyuwangi.
Kampong osing merupakan kawasan komunitas masyarakat osing yang masih mempertahankan adat dan kebudayaan asli masyarakat osing yang sebenarnya dimana penduduk asli banyuwangi bermukim respresentatif dari mereka, kita bisa melihat di sanggar gejah arum disanggar ini para wisatawan dapat melihat-lihat arsitektur rumah asli banyuwangi dan disuguhi berbagai kesenian tradisional khas dari masyarakat osing yang masih lestari sampai sekarang antara lain adat kedogan, anglung pagelan dan kesenian barong ini merupakan rekomendasi yang menarik bagi wisatawan penikmat kesenian asli suatu daerah asli banyuwangi.
Barong Using, bentuk seni pertunjukan rakyat yang menggunakan madia barong. Kesenian ini diyakini sangat sakral, sehingga ada perlakuan khusus. Barong Kemiren berhubungan dengan Buyut Cili, yang diyakini penduduk setempat sebagai cikal bakal desa. Disaat-saat tertentu barong harus diupacarai, diberi sesaji, serta dirawat dengan hati-hati.
KEBO - KEBOAN
Kebo-keboan merupakanan adat asli yang dilestarikan oleh masyarakat banyuwangi yang dituangkan kedalam budaya asli banyuwangi adat istiadat ini masih bisa kita lihat di desa alian kecamatan rogojampi dan di desa alas malang kecamatan singonjuruh dimana ritual adat kebo-keboan merupakan ritual mistis masyarakat agraris untuk menghadapi musim panen sehingga terhindar dari bala bencana yang ada,kebo-keboan ini bisa dinikmati dibulan-bulan tertentu aja dan dapat direkomendasikan sebagai salah satu tujuan wisata kesenian di kota banyuwangi.
SEBLANG
Tarian seblang merupakan cikal bakal adanya tarian gandrung tarian seblang merupakan ritual kebudayaan masyarakat desa kemiren dan desa bakungan kecamatan glagah banyuwangi dimana tarian seblang adalah tarian adat istiadat yang mengandung unsure mistis yang dapat dinikmati pada acara adat tertentu tarian ini juga bisa direkomendasikan sebagai salah satu adat istiadat budaya yang dapat dinikmati oleh para wisatawan yang dating ke kota banyuwangi, dan acara ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya yang masuk dalam deretan acara festival banyuwangi dan selalu dihadiri pejabat pemda Banyuwangi.
DESA MANGIR
Desa Mangir merupan desa dengan segudang kesenian yang menarik yang dimana akar kesenian banyuwangi terlahir dan tercipta didesa ini sehingga kita bisa menyebut desa mangir sebagai desa budaya banyuwangi,disini masih jarang orang mengenal tentang kebudayaan yang terlahir di desa mangir banyak yang belum tau asal muasal budaya banyuwangi itu berkembang maka dapat direkomendasikan kepada para wisatawan untuk mengunjungi desa mangir sebagai salah satu setudy banding mengenai asal muasal kebudayaan banyuwangi yang seutuhnya
Langganan:
Postingan (Atom)




